5 Tanda Speech Delay pada Anak yang Harus Diketahui Orangtua. Image

5 Tanda Speech Delay pada Anak yang Harus Diketahui Orangtua

Ketika si Kecil belum bisa berbicara satu patah kata pun dengan jelas saat usianya menginjak 2 tahun, orangtua perlu waspada bahwa itu adalah salah satu tanda speech delay pada anak. Namun, speech delay sebetulnya bisa Ibu deteksi lebih dini lho.

Speech delay adalah proses keterlambatan bicara dan berbahasa yang tidak sesuai dengan usia perkembangan anak. Speech delay bukanlah bagian normal dalam proses tumbuh kembang anak serta harus dideteksi dan ditangani dengan benar.

Penyebab speech delay pada anak

Menurut dr. Reza Fahlevi, Sp.A, speech delay pada anak bisa disebabkan oleh banyak hal, di antaranya adalah:

  • Kurang terstimulasi. Anak kurang berinteraksi dengan orang lain sehingga kemampuan berbahasanya kurang terasah.
  • Terlalu sering bermain gadget. Gadget menyebabkan anak mengalami interaksi anak hanya satu arah dan tidak ada komunikasi.
  • Bilingualisme. Anak belum mengerti satu bahasa, tapi sudah diajarkan bahasa lain sehingga ia bingung. 
  • Gangguan pendengaran. Anak kurang mendengarkan orang bicara sehingga tidak mengerti bunyi kata yang dimaksud.
  • Gangguan saraf dan kognitif. Bicara juga melibatkan saraf otak sehingga kalau ada gangguan di bagian ini, anak bisa mengalami keterlambatan bicara.
  • Gangguan perilaku dan psikologis. Misalnya autisme, cerebral palsy, maupun gangguan intelektual lain.
  • Gangguan perkembangan umum. Misalnya malnutrisi.
  • Masalah oromotor. Anak tidak bisa membentuk pengucapan kata dan biasanya juga ditandai dengan masalah makan (makan diemut, tidak bisa mengunyah, dan lain-lain).

Tanda speech delay pada anak

Dr. Reza Fahlevi, Sp.A, juga menyatakan ada beberapa red flags atau hal yang perlu Ibu waspadai sebagai tanda speech delay pada anak, yaitu:

1. Tidak memberikan respon sama sekali

Jika Ibu melihat bahwa anak tidak memberikan respon sama sekali sejak lahir, baik respon saat dipanggil ataupun respon saat mendengar suara tertentu, periksakan ia ke dokter. Karena, mungkin saja si Kecil mengalami gangguan pada sistem pendengarannya yang nantinya akan mengakibatkan keterlambatan bicara.

2. Belum bisa babbling atau sering menunjuk benda pada usia 12 bulan

Umumnya, anak sudah akan melakukan babbling (mengoceh) sejak usia 4 bulan, namun ada pula yang baru mulai pada usia 6 bulan. Jika buah hati Ibu belum juga bisa babbling dan lebih sering menunjuk benda pada usia 12 bulan, maka itu bisa dianggap sebagai tanda speech delay pada anak.

3. Belum mengucapkan satu kata pun hingga usia 16 bulan

Umumnya, anak usia 16 bulan sudah bisa berbicara 4-6 kata. Jika di usia 16 bulan anak masih belum mengucapkan satu kata pun, Ibu dianjurkan berkonsultasi pada dokter tumbuh kembang anak sehingga kondisi tersebut dapat ditangani dengan segera.

“Jika anak usia 16 bulan belum juga bisa bicara 1 patah kata pun, maka itu sudah masuk ke dalam keterlambatan bicara yang harus dikonsultasikan ke dokter.”

dr. Reza Fahlevi, Sp.A

4. Belum bisa mengucapkan 2 kata secara jelas di usia 24 bulan

Anak yang belum bisa mengucapkan 2 kata secara jelas di usia 24 bulan juga dapat dianggap sebagai tanda speech delay.

5. Tiba-tiba kehilangan kemampuan bicara dan senyum sosial

Dalam beberapa kondisi, bisa saja anak sudah memiliki kemampuan bicara dan melakukan interaksi seperti tersenyum kepada orang lain. Namun, jika tiba-tiba saja anak kehilangan kemampuan bicara dan berhenti tersenyum, Ibu harus langsung berkonsultasi pada dokter.

Ibu mengajarkan anak bicara

Penanganan speech delay pada anak

Jika Ibu memiliki kecurigaan adanya tanda speech delay pada anak, segera datang ke dokter spesialis anak atau konsultan tumbuh kembang anak ya, Bu. Di sana, anak akan menjalani tes untuk dikonfirmasi benar atau tidaknya ia mengalami speech delay. 

Dalam tes tersebut, dokter juga akan mencari penyebab terjadinya speech delay pada anak. Menemukan penyebab ini sangat penting karena akan berhubungan erat dengan penanganan yang efektif untuk si Kecil.

Jika anak sudah dinyatakan positif mengalami speech delay dan diketahui penyebabnya, dokter akan merekomendasikan terapi yang tepat. Terapi ini bisa berupa terapi wicara, kognitif, mengonsumsi obat khusus, ataupun meminta anak menggunakan alat bantu dengar.

“Anak yang didiagnosa speech delay belum tentu harus melakukan terapi wicara, melainkan dirawat sesuai dengan penyebab speech delay, mulai dari stimulasi saja, terapi wicara, terapi perilaku, mengonsumsi obat khusus, ataupun meminta anak menggunakan alat bantu dengar,” imbuh dr. Reza Fahlevi, Sp.A.

Selama terapi, perkembangan anak selama menjalani terapi akan selalu dipantau dan dievaluasi. Semakin cepat tanda speech delay pada anak ditemukan, semakin cepat pula si Kecil akan mendapat penanganan yang tepat.

Catatan dari Bumin

Terdapat 5 tanda speech delay pada anak yang harus Ibu dan Ayah waspadai sejak dini. Semakin cepat tanda speech delay pada anak diketahui, semakin cepat ia bisa menerima perawatan yang dibutuhkan. Dengan demikian, anak bisa kembali ke trek tumbuh kembang sesuai dengan usianya.

Untuk menyimak penjelasan dr. Reza Fahlevi, Sp.A. selengkapnya, Ibu bisa menonton videonya di link YouTube berikut ini. Ibu juga bisa mengklik tautan ini untuk membaca artikel Ibu2Canggih lainnya.

Komunitas Ibu Canggih juga memiliki berbagai kegiatan seru lainnya, seperti IG Live, webinar bersama expert hingga berkesempatan menjadi momfluencer. Untuk mengetahui lebih lanjut, Ibu bisa membuka situs ibu2canggih.id melalui link ini. Jangan lupa follow Instagram @ibu2canggih agar tidak ketinggalan acara edukatif lainnya ya!

Artikel Terkait

4 Kunci Penting Menangani Anak GTM yang Sering Ibu Lupakan
Ibu2Canggih
4 Kunci Penting Menangani Anak GTM yang Sering Ibu Lupakan
Untuk Ibu yang anaknya sedang berada di fase MPASI (makanan pendamping ASI), pasti sudah familiar dengan istilah GTM alias gerakan...
23 Jun 2022
Crypto Sebagai Investasi Ibu Rumah Tangga, Amankah?
Ibu2Canggih
Crypto Sebagai Investasi Ibu Rumah Tangga, Amankah?
Siapa bilang investasi hanya ditujukan untuk orang kantoran, ibu rumah tangga juga bisa berinvestasi lho. Kenapa sih kita harus berinvestasi...
17 Jun 2022
Mau Diet Gen Saat Puasa? Perhatikan 4 Hal Penting Ini
Ibu2Canggih
Mau Diet Gen Saat Puasa? Perhatikan 4 Hal Penting Ini
Menjalani program diet saat berpuasa tidaklah mudah, namun juga bukan hal yang mustahil. Salah satu cara yang bisa Ibu lakukan...
15 Jun 2022

Leave a Reply

Your email address will not be published.

thirteen − 10 =