4 Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Mental Ibu Rumah Tangga. Image

4 Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Mental Ibu Rumah Tangga

Menjadi ibu rumah tangga bukan pekerjaan mudah. Untuk menjalaninya, ibu tidak boleh hanya mengutamakan kesehatan fisik karena kesehatan mental ibu rumah tangga juga perlu dijaga. 

Bukan rahasia lagi bila ibu rumah tangga menghabiskan sebagian besar waktu di rumah untuk mengurus anak dan melakukan pekerjaan domestik. Belum lagi, itu dilakukan berulang-ulang setiap hari sehingga seperti tidak ada habisnya.

Kondisi tersebut bisa memicu stres hingga depresi. Jika sudah parah, kondisi ini bukan hanya bisa menyakiti diri sendiri, tapi juga orang-orang terdekat, terutama anak. 

Tanda ibu mengalami gangguan kesehatan mental

Menurut Ristriarie Kusumaningrum, M. Psi, Psikolog dari Ruang Tumbuh, ada beberapa gejala gangguan mental ibu rumah tangga, yaitu:

  • Diawali dengan adanya gangguan tidur
  • Gangguan makan (tidak nafsu makan atau makan sesempatnya)
  • Tidak sempat mengurus diri sendiri
  • Merasa tidak menjadi ibu yang baik
  • Merasa tidak ada bonding dengan anak
  • Lebih sensitif
  • Lebih sering menangis

Penyebab munculnya masalah kesehatan mental ibu rumah tangga

Ada 2 faktor yang mempengaruhi kesehatan mental ibu rumah tangga, yaitu faktor internal dan eksternal. 

  1. Faktor Internal

Faktor internal ini dipengaruhi oleh kondisi psikologis dan biologis. Pada psikologis, peran ibu yang sangat besar dan menjadi fondasi keluarga, seperti mengurus anak, mengatur keuangan, bahkan hampir semua dikerjakan oleh Ibu, bisa menjadi tekanan yang akan mengacu pada stres hingga depresi. Sementara itu pada faktor biologis, faktor hormonal memainkan peran yang lebih signifikan, seperti baby blues dan postpartum depression yang pada ibu muda. 

“Kondisi ini akan memunculkan rasa cemas, berpikir negatif, kurangnya kualitas tidur, sulit bonding dengan anak, dan lebih sensitif sehingga Ibu ingin menangis terus-menerus,” ujar Ristriarie dalam LIVE YouTube Ibu2Canggih, beberapa waktu lalu.

  1. Faktor Eksternal 

Faktor eksternal yang mengakibatkan gangguan kesehatan mental ibu rumah tangga biasanya berupa ada atau tidaknya support system dalam keluarga. Contohnya, Ibu kurang mendapat dukungan dari suami atau kerabat dekat lainnya dalam mengasuh anak. 

Ketidakhadiran support system ini akan memberi dampak kepada kondisi psikologis Ibu, seperti tidak bersemangat dan terganggunya aktivitas sehari-hari. Jika tidak segera diatasi, kondisi ini bisa menimbulkan konflik yang berkepanjangan dalam rumah tangga.

kesehatan mental Ibu rumah tangga

Cara sederhana menjaga kesehatan mental ibu

Bu, ketika sudah lelah, jangan paksakan diri untuk melakukan semuanya sendirian. Ibu juga bisa melakukan beberapa langkah kecil, tapi berdampak besar, bagi kesehatan mental ibu rumah tangga seperti dianjurkan oleh Ibu Ristriarie Kusumaningrum, M. Psi berikut ini:

  1. Meminta dukungan suami

“Dukungan suami berperan besar terhadap kesejahteraan dan kesehatan mental ibu rumah tangga.” 

Ristriarie Kusumaningrum, M. Psi, Psikolog Ruang Tumbuh

Untuk itu, Ibu harus membuka diri untuk sharing perasaan yang Ibu alami. Dengan demikian, Ibu dan Ayah bisa mencari solusi, misalnya Ayah membantu mengurus pekerjaan rumah tangga, berbagi tugas menjaga anak, hingga menyewa jasa asisten rumah tangga atau nanny yang akan meringankan tugas Ibu.

2. Meluangkan waktu untuk me-time

Merawat keluarga itu penting, tapi jangan lupa untuk merawat diri sendiri juga ya, Bu. Salah satu hal kecil yang Ibu bisa lakukan adalah meluangkan waktu untuk melakukan hal yang Ibu senangi atau me time. 

Ibu tidak perlu merasa bersalah saat melakukan me time. Tidak perlu juga memedulikan komentar netizen yang memandang me time adalah aksi egois karena sebenarnya me time itu penting untuk menjaga kesehatan mental ibu rumah tangga. 

Me time pun tidak perlu keluar rumah dan bisa dilakukan dengan budget minimal. Misalnya, ibu bisa streaming film favorit, makan mie instan panas, minum es kopi favorit, atau bahkan ketiganya sekaligus.

3. Berolahraga ringan

Melakukan olahraga ringan bisa menjadi alternatif untuk menjaga kesehatan mental sekaligus fisik lho, Bu. Lakukan olahraga ringan, seperti jogging pagi/sore, jalan santai, yoga, pilates, dan sebagainya yang membantu Ibu menyingkirkan pikiran-pikiran negatif. 

4. Konsultasi ke psikolog

Terakhir, jika Ibu merasa stres berkepanjangan dan tidak dapat diatasi seorang diri, maka jangan ragu untuk mengunjungi psikiater atau psikolog. Berkonsultasi dengan profesional bukan berarti ibu sudah ‘gila’, tapi justru menyadari betul langkah terbaik yang bisa diambil demi menjaga kesehatan mental ibu rumah tangga.

Bersama psikolog atau psikiater, Ibu bisa mendapatkan perawatan mental yang lebih akurat, termasuk melakukan terapi atau konsumsi obat tertentu. Ibu juga bisa mengajak suami untuk mendapatkan saran mengenai pengasuhan anak hingga cara menjaga keharmonisan rumah tangga lho.

Catatan dari Bumin

Menjaga kesehatan mental sangat penting dilakukan oleh setiap ibu. Ibu harus ketahui tanda terganggunya kesehatan mental ibu rumah tangga sejak dini agar tidak berkembang menjadi depresi, apalagi sampai mencelakakan diri sendiri dan anak. 

Agar kondisi mental ibu tidak memburuk, ibu harus menyempatkan diri untuk me time, meminta dukungan suami, hingga berolahraga. Bila tidak juga membaik, Ibu disarankan berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. 

Untuk menyimak penjelasan Ristriarie Kusumaningrum, M.Psi, selengkapnya, Ibu bisa menonton videonya di link YouTube berikut ini. Ibu juga bisa mengklik tautan ini untuk membaca artikel Ibu2Canggih lainnya. Kegiatan ini bisa dilakukan sambil me time lho!

Komunitas Ibu Canggih juga mengadakan berbagai kegiatan seru lainnya, seperti IG Live, webinar bersama expert, hingga membuka kesempatan bagi Ibu menjadi momfluencer. Untuk mengetahui lebih lanjut, Ibu bisa membuka situs ibu2canggih.id melalui link ini dan follow juga Instagram @ibu2canggih ya!

Artikel Terkait

4 Kunci Penting Menangani Anak GTM yang Sering Ibu Lupakan
Ibu2Canggih
4 Kunci Penting Menangani Anak GTM yang Sering Ibu Lupakan
Untuk Ibu yang anaknya sedang berada di fase MPASI (makanan pendamping ASI), pasti sudah familiar dengan istilah GTM alias gerakan...
23 Jun 2022
Crypto Sebagai Investasi Ibu Rumah Tangga, Amankah?
Ibu2Canggih
Crypto Sebagai Investasi Ibu Rumah Tangga, Amankah?
Siapa bilang investasi hanya ditujukan untuk orang kantoran, ibu rumah tangga juga bisa berinvestasi lho. Kenapa sih kita harus berinvestasi...
17 Jun 2022
Mau Diet Gen Saat Puasa? Perhatikan 4 Hal Penting Ini
Ibu2Canggih
Mau Diet Gen Saat Puasa? Perhatikan 4 Hal Penting Ini
Menjalani program diet saat berpuasa tidaklah mudah, namun juga bukan hal yang mustahil. Salah satu cara yang bisa Ibu lakukan...
15 Jun 2022

Leave a Reply

Your email address will not be published.

nine − 4 =