Dukungan Suami & Hidangan Bergizi jadi Kunci Pemulihan Ibu di Masa Postpartum
Tangis bayi di tengah malam sering kali menjadi ujian ketahanan fisik dan mental bagi seorang ibu yang baru saja berjuang melewati proses persalinan. Di momen rentan ini, dukungan suami sangat krusial dibutuhkan agar sang istri tidak mengalami kelelahan lahir dan batin, hingga mengalami baby blues maupun depresi pascapersalinan.
Masa postpartum adalah fase transisi yang berat karena ibu mengalami penurunan hormon kehamilan yang drastis. Tanpa dukungan yang tepat, seorang ibu bisa merasa terisolasi dalam perjuangannya memulihkan raga sekaligus merawat anggota keluarga baru.
Di sinilah kehadiran suami sebagai pendukung utama bisa jadi jembatan agar ibu bisa melewati masa nifas dengan lebih tenang. Lalu, apa saja yang bisa dilakukan suami untuk membantu istri melewati fase ini?
Peran Suami dalam Menjaga Keseimbangan Istri Pascapersalinan

Dukungan suami yang konsisten membantu menjaga keseimbangan hormon dan emosi istri, sehingga risiko stres pascapersalinan dapat diminimalisir. Berikut adalah beberapa langkah nyata yang bisa dilakukan suami:
- Berbagi Tugas Domestik: Mengambil alih pekerjaan rumah dan membantu merawat bayi di malam hari agar istri bisa beristirahat.
- Penyedia Nutrisi: Memastikan istri mengonsumsi makanan bergizi tinggi untuk mendukung energi dan kelancaran ASI.
- Pendengar yang Empati: Memberikan ruang bagi istri untuk berkeluh kesah tanpa menghakimi serta memberikan pujian yang menguatkan.
- Pengingat Rehat: Menjaga agar istri tidak memaksakan diri dan tetap memprioritaskan pemulihan fisiknya.
Setiap pasangan pastinya memiliki pembagian tugas idealnya masing-masing. Oleh karena itu, sangat penting bagi suami untuk mengkomunikasikan dengan istri tentang delegasi peran yang bisa dijalankan dalam merawat bayi selama masa nifas ibu.
Pemulihan Ibu Pascapersalinan dalam Pandangan TCM (Traditional Chinese Medicine)
Dalam filosofi Traditional Chinese Medicine (TCM), persalinan dianggap sebagai proses yang menguras energi vital (Qi), darah, dan esensi tubuh (Jing). TCM juga memandang masa postpartum sebagai waktu yang menentukan kesehatan ibu di masa depan. Setelah kehilangan banyak darah dan energi selama persalinan, ibu perlu memulihkan keseimbangan tubuhnya melalui istirahat, kehangatan, dan makanan bergizi.
Itulah sebabnya dikenal tradisi Zuo Yue Zi (pemulihan selama 30–40 hari pascapersalinan). Dalam tradisi ini, ibu dianjurkan untuk beristirahat total di rumah, menjaga suhu tubuh agar tetap hangat, dan mengonsumsi makanan bergizi tinggi seperti sup herbal.
Prinsip ini sejalan dengan panduan medis modern yang menekankan pentingnya nutrisi, istirahat, dan dukungan emosional dari suami selama masa postpartum.
Ciakpo: Solusi Pemulihan Praktis ala Tradisi Herbal

Salah satu hidangan yang telah menjadi bagian penting dalam pemulihan postpartum ala TCM adalah Ciakpo atau sup tim ayam dengan campuran rempah alami. Ciakpo dipercaya dapat menambah darah dan energi (Qi), menghangatkan tubuh, dan mempercepat pemulihan setelah melahirkan.
Dulu, penyajiannya cukup rumit karena bahan-bahan seperti Goji Berry, Astragalus, Chinese Angelica, dan Codonopsis Root harus segar dan sulit ditemukan. Namun kini, ibu tidak perlu repot menyiapkannya sendiri, karena Ciakpo.id menghadirkan Ciakpo Confinement Package 28 Days, paket perawatan pemulihan alami yang diformulasikan khusus untuk ibu pascapersalinan.
Setiap paket Ciakpo berisi ramuan herbal TCM yang dikemas harian dan siap direbus. Kandungan herbalnya membantu:
– Menambah darah dan energi (Qi)
– Menghangatkan tubuh serta mengeluarkan sisa darah kotor
– Meningkatkan produksi ASI
– Mengurangi kelelahan dan stres pascapersalinan
Dengan Ciakpo Confinement Package 28 Days, ibu dapat menjalani masa pemulihan dengan alami, tenang, dan penuh kenyamanan. Ramuan TCM di dalamnya membantu tubuh pulih dari dalam, sementara hati kembali hangat dengan dukungan orang terdekat.
Dengan pemulihan yang baik, ibu bisa kembali bertenaga dan lebih siap menghadapi tantangan baru bersama si Kecil. Dan bersama Ciakpo, setiap ibu berhak untuk sehat dengan alami dan pulih dengan alami.
